Kamis, 04 September 2008

PELAJAR MESUM DI WC PASAR

Waduh dunia pendidikan Indonesia ternyata sudah makin parah(saya bilang makin ya)

- Berkait dengan tertangkapnya sepasang pelajar yang berbuat mesum di WC/kamar mandi umum Pasar Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, telah menjadikan agenda tersendiri bagi Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) setempat. Kasus ini tidak bisa dianggap sepele namun menjadi persoalan serius karena menyangkut soal moralitas pelajar. “Ini bukan kasus biasa, karena menyangkut soal moralitas pelajar dan menjadi persoalan bersama,” kata anggota DPRD Purworejo Ustadz Tohari di gedung wakil rakyat itu, Senin (16/5).

Kasus pelajar itu menurut Tohari yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, telah mencuat dan menjadi perhatian semua pihak. Terlebih dengan terbitnya Undang-undang (UU) Nomor 22/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), di mana terdapat keseimbangan antara skil dan moralitas.

“Ini menjadi agenda penting DPRD untuk membahasnya dan jika perlu harus ada kebijakan tersendiri mengenai moralitas ini,” kata Tohari.

Di tempat yang sama anggota dewan lainnya Kiai Zaenal Mustofa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menambahkan, mencuatnya kasus pelajar mesum itu telah mencoreng dunia pendidikan di Purworejo.

“Dalam waktu dekat DPRD juga akan memanggil Dinas Pendidikan,” katanya sambil menambahkan, kasus pelajar mesum ini menjadi agenda khusus dan minimal akan menjadi pembahasan di dewan.

Seperti diberitakan, sepasang pelajar SMA negeri dan swasta yang masih mengenakan seragam sekolah di Purworejo melakukan tindakan tidak senonoh di WC/kamar mandi umum Pasar Baledono. Kasus ini diketahui penjaga WC/kamar mandi itu yang kemudian menyerahkan keduanya ke polisi.

Akibat perbuatannya itu, maka pelajar yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat.

Kasus ini, tambah Tohari benar-benar menjadi sebuah kajian yang mendesak bagi komisi D. “Minimalnya harus ada kebijakan tentang moralitas pelajar, sehingga kasus serupa tidak terulang lagi,” ujarnya sambil mengakui, jika kasus ini dianggap hal yang biasa-biasa saja, maka tidak menutup kemungkinan akan terulang lagi.

Mungkin akan dilakukan oleh pelajar lainnya kendati tidak di tempat yang sama. Kebijakan soal moralitas ini harus lebih ditegakkan lagi.

Apapun bentuknya, kebijakan itu juga berkait dengan DPRD. Dikatakan pula, untuk menuntaskan dan menangkal tejadinya kasus serupa di Purworejo harus ada kepedulian dari berbagai kalangan, utamanya kalangan pendidikan.

Untuk masalah pendidikan ini DPRD tidak akan main-main. Terbukti dengan terkuaknya dugaan penyimpangan dana di lingkungan Dinas Pendidikan, DPRD langsung membentuk panitia khusus (pansus) untuk menangani dan memantau penyaluran dana di dinas itu.

“Kini dunia pendidikan heboh lagi dengan adanya kasus pelajar mesum di kamar madi umum,” ujar Tohari. (Nar)-n

Tidak ada komentar: